Membangun Kesadaran. Mengorganisir Perlawanan.
Gerakan kami bukan reaksi sesaat, melainkan strategi jangka panjang untuk menantang sistem yang timpang dan membangun kekuatan kolektif perempuan. Kami percaya ketidakadilan gender tidak akan runtuh hanya dengan wacana—ia hanya bisa diubah melalui kesadaran yang terorganisir dan kerja kolektif yang berkelanjutan. Gerakan bukan peristiwa. Ia adalah proses membangun kekuatan bersama.
Pendidikan & Pengorganisiran
Bertumpu pada pengorganisasian jangka panjang yang diperkuat oleh pendidikan, kampanye publik, advokasi kebijakan, dan penciptaan ruang aman. Tujuh kerja inti ini menopang perjalanan belajar perempuan muda — dari literasi dasar feminis hingga penguasaan substansi hukum dan anggaran responsif gender.
Sekolah Literasi Feminis (SELF)
Ruang belajar kolektif dan partisipatif sejak 2019 — dijalankan dari, oleh, dan untuk orang muda. Kurikulum berangkat dari persoalan sehari-hari (relasi gender, ketimpangan ekonomi, kekerasan berbasis gender) yang dibedah lewat kacamata feminisme dan interseksionalitas. Hingga kini telah berjalan 4 batch dengan 84 peserta.
- 4 Batch · 84 Peserta
- Teori Feminis
- Sejak 2019
Pelatihan Kampanye Digital Berbasis Feminis
Respons atas meningkatnya kekerasan berbasis gender di ranah digital dan minimnya perspektif feminis dalam narasi media sosial. Peserta belajar merancang kampanye digital yang etis, aman, dan berdampak lewat diskusi kelompok, simulasi kampanye, dan praktik langsung. Di 2025, kami telah melatih 25 peserta.
- 25 Peserta · 2025
- Media Sosial
- Storytelling
Kelas Advokasi Kebijakan Responsif Gender
Membekali orang muda membaca, menganalisis, dan memengaruhi kebijakan publik agar responsif gender — mencakup strategi advokasi, penyusunan policy brief, analisis regulasi, dan penguatan jejaring masyarakat sipil. Telah berjalan 4 batch dengan total 65 peserta bersama berbagai organisasi mitra.
- 4 Batch · 65 Peserta
- Analisis Regulasi
Pendidikan Politik Perempuan Muda
Meningkatkan kesadaran kritis orang muda perempuan tentang dinamika sosial-politik, kebijakan publik, dan peran aktif mereka dalam pengambilan keputusan di tingkat komunitas maupun nasional. Di 2025, kami telah melatih 24 peserta melalui kerja ini.
- 24 Peserta · 2025
- Kepemimpinan
Sekolah Literasi Feminis Lanjutan
Ruang pendalaman bagi alumni SELF yang telah memiliki dasar pemahaman feminisme — memperkuat perspektif interseksional, strategi gerakan, dan konsolidasi internal agar kader tak berhenti pada kesadaran, tapi mengambil peran strategis dalam pengorganisasian dan advokasi. Di 2024, kami melatih 20 peserta.
- 20 Peserta · 2024
- Riset Gender
- Fasilitasi
Sekolah Feminist Legal Theory & Anggaran Responsif Gender
Mempertemukan teori hukum feminis dengan praktik analisis kebijakan dan anggaran publik — lahir dari kesadaran bahwa hukum dan APBN/APBD yang dianggap netral justru dapat mereproduksi ketimpangan gender jika tak dianalisis kritis. Peserta dilatih membaca relasi kuasa di balik kebijakan dan penganggaran. Di 2023, kami melatih 20 peserta.
- 20 Peserta · 2023
- Anggaran Gender
Temu Orang Muda & Pelatihan Substansi UU TPKS
Ruang konsolidasi dan penguatan kapasitas orang muda dalam memahami serta mengawal implementasi UU TPKS — memastikan undang-undang ini tak berhenti sebagai produk hukum, tetapi dipahami, disosialisasikan, dan diawasi pelaksanaannya. Menggabungkan forum jejaring dengan pelatihan substansi hukum berperspektif korban. Hingga kini telah berjalan 2 batch dengan total 75 peserta.
- 2 Batch · 75 Peserta
- Kekerasan Seksual
Dari sadar, kritis, hingga bergerak
- Sadar — mengenali pengalaman pribadi sebagai bagian dari pola sosial melalui SELF.
- Kritis — mempertajam analisis lewat SELF Lanjutan & Feminist Legal Theory.
- Terampil — membangun kapasitas lewat pelatihan kampanye digital & advokasi kebijakan.
- Bergerak — bergabung dengan kolektif daerah & mengorganisir aksi nyata.
Gabung Sekarang
Pilih kegiatan yang sesuai dengan tahap belajarmu. Tim kami akan membantu memandu langkah pertamamu bergabung dengan Lingkar Studi Feminis.